Pemulihan Bencana Sumatera, Sekolah dan RS Kembali Beroperasi

News22 Views
banner 468x60

Jakarta, 10 Oktober 2026 – Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan kemajuan signifikan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Per 9 Oktober 2026, pemerintah telah menyelesaikan 20.770 dari 20.803 unit hunian sementara dan memulihkan seluruh jalan serta jembatan nasional terdampak.

Capaian itu mencerminkan gerak nyata pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat tidak tinggal diam.

banner 336x280

“Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini,” kata Tito seperti ditulis, Sabtu (10/9).

Pemulihan berjalan bertahap mulai dari hunian hingga layanan publik. Pemerintah akan terus mengawal pemulihan hingga tuntas.

Huntara Hampir Tuntas, Huntap Terus Dikebut

Penyediaan hunian menjadi prioritas agar warga kembali beraktivitas. Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 20.770 unit hunian sementara telah selesai atau sekitar 99,8 persen dari target. Dari jumlah itu, 20.728 unit sudah dihuni masyarakat.

Selain itu pembangunan hunian tetap terus dipercepat. Dari rencana 57.027 unit, sebanyak 2.103 unit telah selesai dan 1.844 unit masih dalam pengerjaan. Pembangunan melibatkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak untuk warga yang rumahnya rusak berat atau hilang.

Jalan Nasional dan Jembatan Pulih Seratus Persen

Pemulihan konektivitas penting untuk mobilitas dan distribusi logistik. Data Satgas PRR per 9 Oktober 2026 mencatat 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi seluruhnya.

Pemulihan jalan daerah juga hampir rampung. Sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas jalan daerah telah berfungsi. Kemudian 827 dari 1.184 jembatan daerah juga kembali berfungsi. Pembangunan jembatan melibatkan Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri. Sebanyak 590 jembatan yang dikerjakan kedua institusi itu telah selesai.

Fasilitas Kesehatan dan Sekolah Kembali Beroperasi

Layanan kesehatan kembali pulih. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 87 rumah sakit pemerintah terdampak di tiga provinsi telah beroperasi kembali. Seluruh 867 puskesmas terdampak juga telah melayani masyarakat kembali. Sebagian puskesmas masih memakai bangunan modular atau lokasi sementara.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan di 4.922 sekolah terdampak. Sebanyak 4.823 sekolah belajar di bangunan asal. Sementara 99 sekolah masih memakai ruang kelas darurat. Tidak ada sekolah yang masih belajar di tenda atau menumpang.

Tempat ibadah juga kembali berfungsi. Data Kementerian Agama mencatat 1.558 dari 1.593 tempat ibadah terdampak telah beroperasi kembali. Kondisi itu mendukung kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial warga.

Ke depan pemerintah melanjutkan gerak nyata rehabilitasi. Fokus berikutnya menyelesaikan hunian tetap serta perbaikan jalan dan jembatan daerah yang belum tuntas. Dengan demikian pemulihan tidak hanya diukur dari jumlah bangunan, namun dari kembalinya fungsi layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed